New Articles

Popular Articles

Forewords from Editor

Journal Volume Vol 6 No 2 November 2013

 Dalam waktu yang tidak lama lagi, yakni tahun 2015, masyarakat ASEAN (Association of South East Asia Nations) akan bersatu. Sama seperti masyarakat Eropa yang telah bersatu pada awal abad ke-21 Masehi, masyarakat Asia Tenggara juga telah, sedang, dan akan mengalami kehidupan yang lebih dinamis di bidang sosial, ekonomi, politik, budaya, pertahanan dan keamanan, serta bidang-bidang lainnya. Nampaknya, di era Globalisasi ini tidak hanya muncul fenomena sentrifugal dimana bagian-bagian dalam masyarakat ingin memisahkan diri dari sebuah bagunan negara-bangsa; tetapi juga - dalam masa yang sama - muncul fenomena sentripetal dimana ada kecenderungan untuk bersatu bagi negara-negara bangsa dalam sebuah kawasan yang damai, sejahtera, dan saling menghormati antara satu dengan yang lainnya.

Dalam sebuah kawasan Asia Tenggara yang bersatu, yang terdiri dari setidaknya 10 negara-bangsa yang merdeka dan berdaulat itu, tentu saja ditandai oleh mobilitas arus orang dan arus barang, termasuk hasil-hasil pemikiran, penelitian, sains, dan teknologi, yang begitu dinamis dan massal di kawasan tersebut. Sejak didirikannya ASEAN pada tahun 1967, mobilitas sosial di kawasan Asia Tenggara itu begitu dinamis. Kita menyaksikan dan merasakan, misalnya, tidak hanya hubungan para pemimpin negara-bangsa yang begitu akrab dan mesra, tetapi juga perpindahan penduduk dan masyarakat antar negara begitu mudah dan massal di kawasan Asia Tenggara.

Di kota-kota besar Indonesia, seperti di Bandung misalnya, setiap hari Sabtu dan Minggu begitu banyak warga negara dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, dan negara lainnya yang datang dan pergi silih berganti. Begitu juga dengan orang-orang Indonesia, sudah seperti mudik ke kampung halaman sendiri saja bila mereka pergi ke Kuala Lumpur di Malaysia, Singapura, Bandar Seri Begawan di Brunei Darussalam, atau Bangkok di Thailand. Di kalangan para akademisi pula, mobilitas sosial antar negara di kawasan Asia Tenggara itu begitu ketara. Kegiatan studi banding, menjadi Dosen Tamu, atau penelitian dan seminar bersama merupakan kegiatan yang lumrah akhir-akhir ini bila dibandingkan dengan dasawarsa sebelumnya.

Nampaknya ada modal sosial penting, yang mendasari hubungan negara-bangsa di kawasan Asia Tenggara, termasuk antar pemerintah dan masyarakatnya, begitu mesra dan dinamis. Saling mempercayai, memahami, dan menghargai adalah salah satu modal sosial yang sangat penting, disamping banyak faktor yang lainnya tentu saja. Nampaknya, modal sosial "saling mempercayai, memahami, dan menghargai" ini merupakan kata kunci yang harus terus dipupuk, dipelihara, dan dikembangkan oleh para pemimpin negara-bangsa dan masyarakat di kawasan Asia Tenggara. Dengan usaha ini maka cita-cita para "the founding fathers of ASEAN" untuk menciptakan kawasan Asia Tenggara yang aman, damai, merdeka, makmur, dan sejahtera akan menjadi kenyataan.

Dalam konteks untuk memelihara dan mengembangkan modal sosial "saling mempercayai, memahami, dan menghargai" ini pula, jurnal SOSIOHUMANIKA diterbitkan pada tahun 2008. Sejak awal, jurnal SOSIOHUMANIKA memiliki cita-cita dan hasrat ideal, yakni ingin menjadi media atau wahana bagi para akademisi di kawasan Asia Tenggara untuk berbagi pengetahuan, pemikiran, penelitian, dan pengalaman yang berharga tentang proses pembangunan pada masing-masing negara-bangsa di kawasan ini. Saya sering mengatakan bahwa sebuah negara-bangsa yang "maju, sejahtera, dan merdeka" itu memang harus jelas tolok ukurnya. Dan salah satu tolok ukur yang sederhana dan mudah dilakukan adalah dengan membandingkan proses pembangunan di negara tetangga, di kawasan Asia Tenggara, yang sudah barang tentu sama-sama ingin memajukan dan mensejahterakan masyarakat sebagai realisasi dari cita-cita kemerdekaannya. 

Alhamdulillah, jurnal SOSIOHUMANIKA kini sudah memasuki tahun ke-6 dalam rangka mengemban cita-cita dan hasrat ideal tersebut. Berita yang menggembirakan juga datang, karena jurnal ini mendapat Akreditasi dari Ditjendikti Kemdikbud RI (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia) untuk periode 2013-2018. Sebuah prestasi tersendiri, dan juga kepercayaan sekaligus dari lembaga lain, termasuk dari luar negeri, kepada Minda Masagi Press, badan penerbitan milik ASPENSI (Asosiasi Sarjana Pendidikan Sejarah Indonesia) di Bandung, yang sejak didirikan tahun 2006 memang memiliki cita-cita dan hasrat yang sederhana, tapi mulia, yakni ingin menjadi organisasi profesi yang "sedikit bicara dan banyak karya nyata".

Akhirnya, selamat membaca tulisan-tulisan ilmiah dalam jurnal SOSIOHUMANIKA yang kaya dengan perspektif dan warna bahasa ini. Semoga ada manfaatnya. (Andi SUWIRTA, M.Hum., Ketua Umum ASPENSI di Bandung)

About the SOSIOHUMANIKA Journal: 

SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan (JPSSK) is an humanities and social sciences educational journal published by Minda Masagi Press, a publisher owned by ASPENSI (the Association of Indonesian Scholars of History Education) in Bandung. SOSIOHUMANIKA-JPSSK journal, with ISSN 1979-0112, was firstly published on May 20, 2008 in the context of Commemoration on One Millenium of Indonesian Awakning Day. This journal is published twice a year in May and November.

The SOSIOHUMANIKA-JPSSK is national (Indonesian) as well as regional (Southeast Asian), academic, citation indexed, and peer reviewed journal which covers espeially the original research articles (15-25 pages). The aim of this journal is to provide a venue for academicians, researchers and practitioners to share/discuss theories, views, research results, on issues related to Humanities and Social Sciences Education, including Culture, Language, Art, Law, Economic, Government, and Political sciences. However, any other articles related to non- Humanities and Social Sciences Education issues are also welcome.

 

The authors are able to write the articles for SOSIOHUMANIA-JPSSK in English as well as in Indonesian and Malay languages. For sending the articles, it encourages you to submit via e-mail address at: sosiohumanika@gmail.com and aspensi@yahoo.com

Table of Content:
SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan,

Volume 6(2) November 2013

T.D. MUSHORIWA, B.B. CHITSAMATANGA & E. MBOKOCHENA,
A Comparative Analysis of the Views of Zimbabwean Rural and Urban Adolescents on Children's Household Work.

HAJI TASSIM BIN HAJI ABU BAKAR,
Hubungan Kampong Ayer dengan Kota Batu: Pusat Perdagangan dan Petempatan Penduduk pada Zaman Tradisi Brunei.

ARIFIN MAMAT & ADNAN ABD RASHID,
Aplikasi Nilai-nilai Murni Berlandaskan Tema Luqman al-Hakim di dalam Al-Qur'an sebagai Asas Pendidikan.

HILAL AHMAD WANI & ANDI SUWIRTA,
Democratisation in Nigeria: Problems and Future Prospects.

HAMDANI M. SYAM & EFFENDI HASAN,
Perkembangan Komunitas Anak Punk di Kota Banda Aceh: Pandangan Masyarakat dan Kebijakan Pemerintah Kota.

SHUHAIRIMI ABDULLAH,
Memperkasakan Pembangunan Insan Melalui Amalan Infaq.

DEDE SUGANDI,
Environmental Education and Community Participation: The Importance of Conservation Lessons in Teaching and Learning for Environmental Conservation Efforts in the Region of Sagara Anakan.

AMPUAN HAJI BRAHIM BIN AMPUAN HAJI TENGAH,
Sistem Pendidikan Negara Abad ke-21: Isu dan Cabaran di Brunei Darussalam.

ABDUL HALIM AHMAD, MOHAMAD SUKERI BIN KHALID & YUSUF BIN PON,
Ke Arah Pembangunan Mampan Setempat: Pelaksanaan Local Agenda 21 oleh Pihak Berkuasa Tempatan di Malaysia.


Read More


Search

Key Word
Author