SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan (Journal of Humanities and Social Sciences Education), with ISSN 1979-0112, was firstly published on May 20, 2008, in the context to commemorate the National Awakening Day in Indonesia. For period 2013 to 2018, the SOSIOHUMANIKA journal has been accredited by Ditjendikti Kemdikbud RI (Directorate-General of Higher Education, Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia). Since issue of May 2014 to date, the SOSIOHUMANIKA journal has been organized by the Lecturers of PPs UNIPA (Graduate Program, University of PGRI Adibuana) in Surabaya, East Java; and published by Minda Masagi Press as a publishing house owned by ASPENSI (Association of Indonesian Scholars of History Education) in Bandung, West Java, Indonesia.

Foreword for the SOSIOHUMANIKA Journal, Issue of November 2015


SAMBUTAN untuk
SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan (Journal of Humanities and Social Sciences Education),
Volume 8(2), November 2015.

14.a.rektor.unipa.srby

Dr. Haji Djoko Adi Walujo
Rektor UNIPA di Surabaya, Jawa Timur; dan
Pelindung Jurnal SOSIOHUMANIKA di Bandung, Jawa Barat, Indonesia.

Kata-kata bersayap yang terkenal dari Jenderal Soedirman, bapak pendiri TNI (Tentara Nasional Indonesia), pada masa awal revolusi Indonesia, 1945-1950, bahwa pemerintah boleh berganti setiap hari, tapi TNI akan terus ada dan setia kepada rakyat dan negara Indonesia. Kata-kata tersebut, saya kira, masih tetap relevan dan fungsional dalam konteks kekinian, termasuk bagi Civitas Akademika di Perguruan Tinggi. Jadi, perubahan dan penggantian pemerintahan adalah sesuatu yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan. Negara tidak akan hilang atau runtuh akibat adanya perubahan pemerintahan dan pergantian pemimpin. Justru, perubahan pemerintahan dan pergantian kepemimpinan itu adalah sumber bagi kemajuan sebuah negara di satu sisi, serta di sisi lain untuk menunjukan bahwa tingkat kehidupan demokrasi dalam negara tersebut telah matang.

Saya, sebagai Rektor UNIPA (Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Adibuana) yang baru, ingin menandaskan kembali masalah perubahan pemerintahan dan pergantian kepemimpinan ini dalam konteks terbangunnya kesadaran Civitas Akademika yang lebih luas, bahwa tidak ada sesuatu yang abadi di dunia ini. Seorang filosof bahkan berseloroh bahwa yang abadi justru adalah perubahan itu sendiri. Jadi, kita harus bersikap wajar dan pro-aktif dalam menghadapi dan mensiasati perubahan ini. Kalau kita ingin maju, maka kita memang harus berubah. Tentu saja, perubahan yang kita inginkan adalah perubahan menuju ke arah yang lebih baik. Dalam agama Islam, kita juga diajarkan bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan masa yang akan datang juga harus lebih maju daripada masa sekarang.

Civitas Akademika UNIPA Surabaya tentu saja telah, sedang, dan akan terus mengalami perubahan yang lebih baik di masa-masa mendatang. Adanya perubahan pimpinan, tidak akan mengubah eksistensi, visi, misi, dan peran UNIPA sebagai Perguruan Tinggi, yang didirikan oleh tokoh-tokoh pendidik dan guru terkenal di Indonesia umumnya dan di Jawa Timur khususnya. Kesadaran untuk memahami dan mewarisi semangat para “the founding fathers of UNIPA Surabaya” ini sangat penting agar kita tidak kehilangan identitas dan kepribadian di satu sisi, serta di sisi lain agar terus mewarisi semangat tersebut untuk disesuaikan dengan konteks tantangan dan jiwa zaman. Inilah pentingnya memaknai, meminjam istilah orang sejarah, “Historia Magistra Vitae”, yang artinya bahwa sejarah adalah guru kehidupan. Dengan mempelajari dan memahami masa lalu, kita akan mendapatkan kearifan dan kebijakan untuk diimplementasikan dalam konteks kekinian dan kedisinian.

Salah satu legasi penting dalam bidang akademik, yang bisa diwarisi dan diapresisasi dari para pendiri UNIPA Surabaya, adalah pentingnya penelitian dan penerbitan bagi anggota Civitas Akademika. Penelitian dan penerbitan adalah bagian tak terpisahkan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, dimana tiga unsur penting seperti penelitian, pendidikan, dan pengabdian masyarakat, harus didiseminasikan terus-menerus kepada publik secara luas. Dengan diseminasi yang luas, maka Perguruan Tinggi tersebut akan dikenal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tanpa adanya diseminasi yang luas, melalui penerbitan dan penyebaran informasi lainnya, maka sangat boleh jadi bahwa Perguruan Tinggi tersebut tidak akan dikenal oleh masyarakat, yang pada gilirannya juga akan dicap sebagai “menara gading”.

Penerbitan jurnal SOSIOHUMANIKA adalah bukti komitmen secara akademik dari pimpinan UNIPA Surabaya tentang pentingnya penelitian dan penerbitan agar dikenal oleh masyarakat luas. Bahkan boleh dikatakan bahwa kehadiran jurnal SOSIOHUMANIKA, yang pertama kali terbit pada bulan Mei 2008, adalah tidak bisa dipisahkan dari sejarah Civitas Akademika UNIPA Surabaya, karena sejak tahun 2009, jurnal ini memang dikelola oleh para Dosen dari Program Pascasarjana UNIPA Surabaya. Melalui jurnal SOSIOHUMANIKA ini pula, pihak Civitas Akademika UNIPA Surabaya ingin menunjukkan eksistensi dan peranannya dalam bidang pemikiran dan penelitian yang berkenaan dengan masalah-masalah Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, serta solusi-rekomendatif untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Sejarah pemikiran dan penelitian dari Civitas Akademika UNIPA Surabaya, dengan demikian, dapat direkam dan dilacak dengan baik melalui kehadiran jurnal SOSIOHUMANIKA ini.

Sebagaimana nampak dalam sajian artikel-artikel dalam jurnal SOSIOHUMANIKA, edisi November 2015 kali ini, dosen-dosen UNIPA Surabaya mengkaji tentang pentingnya pendidikan karakter dan pendidikan multibudaya, sebagaimana ditunjukkan oleh tulisan dari Agung Pramujiono, “Pembelajaran Sastra Multikultural: Menumbuhkan Empati dan Menemukan Jatidiri Bangsa Melalui Pemahaman Keanekaragaman Budaya”; dan tulisan dari Hari Karyono, “Implementasi Pendidikan Karakter di Taman Kanak-kanak: Studi Kasus pada Taman Kanak-kanak Kemala Bhayangkari 97 Gasum, Pusdik Porong, Jawa Timur, Indonesia”. Sedangkan artikel-artikel lainnya datang dari luar lembaga UNIPA Surabaya, bahkan juga datang dari Perguruan Tinggi di luar negeri, yakni dari Malaysia dan Filipina.

Para penulis dari luar lembaga UNIPA Surabaya ini menyajikan kajian yang beragam dan menarik, yakni berkenaan dengan masalah-masalah perkawinan antarabangsa, mitos ibu, kartun politik, sejarah pemikiran, budaya kota dan nilai tradisi, perbandingan sosial, pembelajaran geografi, strategi mencari nafkah, evaluasi implementasi sebuah modul, pelestarian alam dan peran masyarakat, serta analisis kurikulum dan buku teks. Para penulis tersebut datang dari berbagai Perguruan Tinggi yang terkenal, seperti: PNU (Philippine Normal University) di Manila, Filipina; ITB (Institut Teknologi Bandung) di Jawa Barat, Indonesia; UNISBA (Universitas Islam Bandung) di Jawa Barat; UKM (Universiti Kebangsaan Malaysia) di Bangi, Malaysia; Universitas BINUS (Bina Nusantara) di Jakarta, Indonesia; UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) di Bandung, Jawa Barat, Indonesia; STKIP-PGRI (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan – Persatuan Guru Republik Indonesia) di Padang, Sumatera Barat, Indonesia; UMS (Universiti Malaysia Sabah) di Kota Kinabalu, Malaysia; dan STKIP Paracendekia NW Sumbawa, di Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Akhirnya, selamat membaca artikel-artikel dalam jurnal ini dengan “Semangat Pagi”, dan semoga terpatri selalu dalam memori kolektif Anda bahwa ingat jurnal SOSIOHUMANIKA, maka akan ingat pula nama UNIPA Surabaya.

Surabaya, Jawa Timur, Indonesia: 30 November 2015

Contents
SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan (Journal of Humanities and Social Sciences Education),
Volume 8(2), November 2015.

MINDA I. CABILAO-VALENCIA,
Filipino Marriage Migration.

RIAMA MASLAN SIHOMBING, SETIAWAN SABANA & PRIYANTO SUNARTO,
Mitos Representasi Ibu dari Masa ke Masa.

AGUNG PRAMUJIONO,
Pembelajaran Sastra Multikultural: Menumbuhkan Empati dan Menemukan Jatidiri Bangsa Melalui Pemahaman Keanekaragaman Budaya.

FERRY DARMAWAN & YASRAF A. PILIANG,
Cartoonist Visual Communication Through Online Political Cartoon in the Era of the Government of President Susilo Bambang Yudhoyono.

UQBAH IQBAL,
Sejarah Pemikiran Pandang ke Timur Semasa Era Tun Abdul Razak.

YANNES MARTINUS PASARIBU, AGUS SACHARI & ANDAR BAGUS SRIWARNO,
Budaya Kota dan Nilai Tradisi Masyarakat Indonesia pada Mobil Keluarga.

YESSY NOERHARDIYANTY & JUNEMAN ABRAHAM,
Social Comparison as a Predictor of Shame Proneness Dimensions.

DEDE SUGANDI,
Pembelajaran Geografi sebagai Salah Satu Dasar Pembentukan Karakter Bangsa.

IRWAN,
Strategi Mencari Nafkah pada Masyarakat Melayu di Desa Putri Puyu sebagai Akibat Perubahan Mata Pencaharian Hidup.

CRISPINA GREGORY K. HAN,
The Evaluation of Science Module Implementation of Teaching for Change Community Project.

HARI KARYONO,
Implementasi Pendidikan Karakter di Taman Kanak-kanak: Studi Kasus pada Taman Kanak-kanak Kemala Bhayangkari 97 Gasum, Pusdik Porong, Jawa Timur, Indonesia.

DIAN DIANA & GURNIWAN KAMIL PASHA,
Pelestarian dan Peran Masyarakat di Kawasan Sekitar Situ Cisanti.

IWAN JAZADI,
Character-Based Curriculum and Textbook Development in Indonesia: A Critical Review.

Read More